Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

Fosil Tengkorak 04.32

Gambar
  Fosil tegkorak ini memiliki bentuk  lonjong dengan penajaman atau tonjolan pada bagian dahi dan pangkal tengkorak.  Fosil tengkorak ini lebih dikenal dengan nama Fosil Sambung Macan I. Fosil ini merupakan tipe Homo erectus yang memiliki  kesamaan dengan tipe Homo erectus yang ditemukan di Sangiran dan Ngandong dan merupakan tipe yang paling maju. Fosil ini ditemukan dengan beberapa kapak perimbas dan alat serpih yang dikerjakan ulang, pada tepian Sungai Bengawan Solo pada tahun 1973,  di   daerah Sambung Macan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah

Fosil Tengkorak 04.30

Gambar
  Memiliki bentuk tengkorak utuh dengan bentuk lonjong dan tulang yang tebal. Kening dan kepala bagian belakang lebih menonjol dan melintang pada bagian dahinya. Fosil tengkorak ini lebih dikenal dengan nama Fosil Sambung Macan IV. Fosil ini merupakan tipe Homo erectus yang lebih maju dibandingkan dengan tipe Sangiran dan Ngandong. Ditemukan di   daerah Sambung Macan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah

Fosil Fragmen Tengkorak 04.25

Gambar
  Fosil fragmen tengkorak ini, merupakan tulang tengkorak bagian belakang dengan bentuk lonjong dengan tulang yang tebal. Terdapat bagian menonjol tajam yang menunjukkan ciri dari tengkorak Homo erectus.

Fosil Tengkorak 04.04

Gambar
  Fosil tengkorak dengan bentuk lonjong dan tulang yang tebal. Kening dan kepala bagian belakang lebih menonjol serta melintang pada bagian dahinya. Merupakan fosil tengkorak Homo erectus yang ditemukan di Pucung, Sangiran, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada tahun 1969. Fosil ini lebih dikenal dengan nama SANGIRAN 17 (Pithecanthropus VIII). Temuan ini merupakan fosil tengkorak yang paling lengkap bagian wajahnya. Fosil ini ditemukan pada lapisan Formasi Kabuh yang berumur 800.000 -700.000 tahun yang lalu. Mereka hidup pada lingkungan yang mengalami kemarau panjang dan letusan-letusan gunung api. Mereka hidup masih berpindah-pindah (nomaden) dan sangat bergantung pada alam. Mereka memenuhi kebutuhan pangannya dengan berburu dan mengumpulkan makanan. Mereka menggunakan peralatan-peralatan sederhana yang berasal dari alam, seperti Kapak Perimbas dan Kapak Penetak.